Jumat, 13 Desember 2013

Fungsi Kutipan dan Unsur-Unsur Catatan Kaki

        Kutipan berfungsi untuk menegaskan isi uraian atau untuk membuktikan apa yang diketengahkan. Penggunaan kutipan-kutipan tersebut membuat suatu karya tulis menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya.
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal atau mempunyai nama besar, baik yang terdapat dalam buku maupun majalah.
        Kutipan yang akan disajikan dalam karya tulis dibedakan menjadi dua macam, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan menuliskan kata demi kata,
kalimat demi kalimat secara lengkap dari teks asli. Sebaliknya, dalam kutipan tidak langsung yang ditulis hanya inti sari atau ikhtisar pendapat ahli.
         Kutipan-kutipan tersebut harus dijelaskan mengenai sumber asalnya pada catatan kaki. Catatan kaki tidak semata-mata dimaksudkan untuk menunjuk sumber tempat terdapatnya kutipan, tetapi juga dapat dipakai untuk memberi keterangan lainnya terhadap isi karya tulis. Oleh sebab itu, catatan kaki dan bagian dari karya tulis tersebut mempunyai hubungan yang erat.

       Hubungan antara catatan kaki dan bagian karya tulis biasanya dinyatakan dengan nomor-nomor penunjukan yang sama baik dalam catatan kaki ataupun bagian tulis. Selain itu, dapat juga digunakan tanda asterik atau tanda bintang (*). Nomor atau tanda tersebut diletakkan pada akhir kutipan. Selanjutnya, sumber-sumber kutipan tersebut diletakkan pada bawah teks sebuah karya tulis atau karangan.

       Unsur-unsur catatan kaki adalah nama pengarang, judul buku atau artikel, data publikasi, jilid, dan nomor halaman. Ada bermacam-macam aturan penulisan catatan kaki.
1. Referensi pada buku dengan seorang pengarang
_____________________________________________________________
2Harimurti Kridalaksana, Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia
(Jakarta: Gramedia, 1992), hlm. 67.
2. Referensi pada buku dengan dua atau tiga pengarang
_____________________________________________________________
2L. Gottschalk, C. Kluckhohn, R. Angell, The Use Personal Document in
History, Anthropology and Sociology (New York: Social Science Research
Council, 1945), hlm. 83–173.
3. Referensi pada artikel majalah
_____________________________________________________________
3Agus Hidayat, Deffan Purnama, Ramdi, ”Balas Dendam Si Pasang
Merah,” Tempo (Mei 2004), hlm. 92–93.
4. Referensi pada artikel di surat kabar harian
_____________________________________________________________
4Tajuk Rencana dalam Kompas, 14 Januari 2005, hlm. 4.
5P.C. Siswantoko, ”Pluralisme dan Dialog Kehidupan,” Kompas,
20 Desember 2004, hlm. 41.
5. Referensi dalam Ensiklopedia
_____________________________________________________________
6Robert Ralph Bolgar, ”Rhetoric,” Encyclopedia Britannica (1970), XIX,
hlm. 257–260.

Unsur-Unsur Pementasan Drama

        Dalam pementasan drama terdapat unsur-unsur drama yang mendukung pementasan. Saat menonton pementasan drama Anda dapat menilai hal-hal yang terkait dengan pementasan drama. Hal-hal yang terkait dengan pementasan drama sebagai berikut.

1. Tata Rias
    Tata rias dapat memberikan bantuan kepada pemain untuk membuat perubahan pada wajah pemain sesuai dengan karakter yang akan diperankan. Misalnya, mengubah pemain yang masih muda menjadi nenek tua.

2. Pakaian atau Kostum
    Pakaian atau kostum dapat mendukung pemain untuk memerankan karakter yang diperankan. Misalnya, pemain menggunakan baju kotor dan compang-camping untuk memerankan tokoh pengemis.

3. Tata Panggung
    Tata panggung menggambarkan latar cerita drama. Misalnya, dipanggung terdapat lampu minyak dan beberapa kursi tamu berarti cerita drama yang dipentaskan mempunyai latar tempat di ruang tamu pada saat malam hari.

4. Tata Bunyi
    Tata bunyi akan membantu menggambarkan situasi yang terjadi dalam pementasan drama. Misalnya, saat pementasan terdengar suara jangkrik berarti suasana saat pementasan drama sedang sunyi sehingga hanya suara jangkrik yang terdengar.

Selain hal-hal yang terkait dengan pementasan drama, Anda dapat menilaihal-hal berikut.
1. Penjiwaan pemain dalam memerankan karakter yang dimainkan.
2. Ekspresi yang digunakan pemain.
3. Gerak-gerik pemain.
4. Lafal yang digunakan pemain.
5. Intonasi yang digunakan pemain.
6. Volume suara yang digunakan pemain.

Contoh Surat Dagang


MR Kios Beras Mulia Restu
Jalan Jend. Sudirman 50, Ajibarang

                                                                                                                              27 Agustus 2007
Perihal: Permintaan beras

Yth. Manajer Penjualan UD Angkasa Raya
Jalan Ahmad Yani 67, Purwokerto

Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat perkenalan Bapak pada tanggal 8 Agustus 2007, kami tertarik untuk memesan beras yang Bapak tawarkan. Kami memutuskan untuk memesan beras sebagai berikut.
1. Beras Mentik wangi 14 kuintal
2. Beras Rojolele 15 kuintal
3. Beras IR 64 13 kuintal
Beras yang kami pesan mohon dikirimkan ke alamat kami. Kios Beras Mulia Restu, Jalan Jenderal Sudirman No. 50, Ajibarang. Kami berharap beras tersebut dapat kami terima sebelum tanggal 1 September 2007. Kami akan membayar beras pesanan kami setelah beras pesanan sampai di alamat kami. Terima kasih atas
perhatian Bapak.

Hormat kami,



 Agus Fitriyo Nugroho


Kios Beras Mulia Restu

Proposal (Unsur-Unsur Proposal dan Contoh Proposal)

Unsur-Unsur Proposal
        Proposal disebut juga usulan kegiatan. Proposal adalah rencana kegiatan yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal diajukan dengan tujuan mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Adakalanya proposal diajukan untuk memohon bantuan dana. Isi proposal harus menampilkan hal atau masalah yang diusulkan dengan baik agar dapat meyakinkan penerima proposal untuk menyetujui proposal tersebut.

Unsur-unsur dalam proposal sebagai berikut:
1. Pendahuluan (Latar Belakang Masalah)
    Pendahuluan dalam proposal berisi latar belakang masalah yang menjadi dasar diadakannya suatu kegiatan. Oleh karena itu, latar belakang menguraikan dengan jelas dan singkat pokok permasalahan.
Latar belakang masalah harus berdasarkan isi dan tujuan proposal. Latar belakang masalah juga menunjukkan pentingnya permasalahan tersebut untuk segera diselesaikan. Anda perlu tahu bahwa ada juga
proposal yang tidak mencantumkan latar belakang. Akan tetapi, dalam proposal tersebut dicantumkan dasar pemikiran.
2. Masalah atau Perumusan Masalah
    Masalah yang diungkapkan harus berkaitan dengan objek penelitian atau kegiatan. Penetapan masalah harus berdasarkan apa yang digambarkan dalam bagian pendahuluan, dasar pemikiran, atau latar belakang.
3. Tujuan
    Tujuan mengungkapkan maksud diadakan kegiatan atau acara.
4. Sasaran
    Sasaran mengungkapkan ditujukan kepada siapa kegiatan tersebut dilakukan.
5. Pelaksanaan atau Teknik Pelaksanaan
    Teknik pelaksanaan adalah cara menyelesaikan permasalahan yang diajukan dalam proposal. Teknik pelaksanaan ini disampaikan untuk meyakinkan penerima proposal bahwa permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara logis dan tepat.
6. Jadwal Pelaksanaan
    Jadwal pelaksanaan dibuat berdasarkan waktu, jenis kegiatan, dan orang yang menangani kegiatan. Jadwal pelaksanaan ini memberikan gambaran tentang kegiatan dari awal hingga akhir.
7. Anggaran
   Anggaran adalah biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang diungkapkan dalam proposal. Bagian ini menyajikan anggaran yang diperlukan secara efisien, objektif, dan logis. Artinya, biaya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang diperlukan.
Biaya yang diperlukan dirinci berdasarkan jenis kegiatan dan memerhatikan harga yang sesuai.
8. Penutup
    Penutup berisi kesimpulan, rangkuman, dan harapan terhadap apa yang disampaikan. Selain itu, penutup juga berisi tempat, tanggal penyusunan proposal, dan tanda tangan serta nama penanggung jawab proposal.

Contoh Proposal:  


Proposal Kegiatan
Pertandingan Persahabatan Sepak Bola SMA Karya Bangsa

A. Pendahuluan
     Sepak bola merupakan olahraga yang diminati banyak orang, termasuk para pelajar. Bahkan, hampir setiap anak lelaki menyukai permainan sepak bola. Di berbagai tempat mudah ditemukan anak laki-laki atau pria dewasa yang bermain sepak bola. Tidak harus di lapangan sepak bola sesungguhnya mereka bermain sepak bola, tetapi mereka dapat memanfaatkan tanah-tanah kosong atau lapangan sekolah. Selain itu, hampir setiap tayangan pertandingan sepak bola baik nasional maupun internasional yang ditayangkan di televisi ditonton berjuta-juta orang. Itu menandakan bahwa olahraga sepakbola merupakan olahraga favorit.
    Salah satu ciri khas olahraga sepak bola memerlukan banyak pemain. Dalam satu permainan diperlukan 22 orang pemain dari dua kelompok. Dalam waktu dua kali 45 menit para pemain berusahan untuk memasukkan bola ke gawang lawan.
    Karena memerlukan banyak pemain, olahraga sepak bola sangat sesuai dijadikan sarana menggalang persahabatan. Caranya dengan mengadakan kegiatan pertandingan sepak bola. Kegiatan pertandingan ini diharapkan perkenalan, pergaulan, dan persahabatan antarpemain dalam satu kelompok bahkan antartim tergalang dengan baik.
    SMA Karya Bangsa sangat memperhatikan persahabatan yang dapat digalang melalui kegiatan pertandingan sepak bola. Oleh karena itu, SMA Kartika Bangsa bermaksud mengadakan pertandingan sepak bola sebagai sarana untuk menggalang persahabatan antarsiswa.

B. Perumusan Masalah
     SMA Karya Bangsa merupakan salah satu SMA yang peduli akan hubungan harmonis antarsiswa. Selama ini pergaulan siswa-siswinya dibatasi lokasi sekolah. SMA Karya Bangsa yang memiliki enam belas kelas ini menempati tiga lokasi yang tidak saling berdekatan. Setiap jenjang kelas menempati satu lokasi. Ini menyebabkan pergaulan yang terjadi hanyalah antarsiswa di jenjang yang sama. Kelas X hanya bergaul dengan sesama kelas X. Begitu juga dengan siswa kelas XI dan XII hanya mengenal teman-teman sejenjang.
    Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan para guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu, pertandingan sepak bola diadakan.
Pertandingan tersebut diadakan untuk mengatasi permasalahan berikut.
1. Bagaimana cara membina kerukunan antarsiswa SMA Karya Bangsa yang tidak berada dalam satu lokasi?
2. Bagaimana cara mencari pemain sepak bola yang muda dan berbakat?

C. Tujuan
     Tujuan diadakan pertandingan sepak bola SMA Karya Bangsa antara lain sebagai berikut.
1. Menjalin dan membina kerukunan antarsiswa SMA Karya Bangsa yang tidak berada dalam satu lokasi.
2. Membentuk tim sepak bola yang andal SMA Karya Bangsa.

D. Sasaran
     Sasaran kegiatan ini siswa SMA Karya Bangsa baik kelas X, XI, maupun kelas XII.

E. Pelaksanaan
    Teknik pelaksanaan pertandingan sepak bola dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Setiap kelas mengirimkan satu tim.
2. Diadakan pengambilan undian permainan yang dimulai dari awal pertandingan, perempat final, semifinal, dan final.
3. Pelaksanaan pertandingan sepak bola.
4. Pengumuman pemenang dan acara ramah tamah.

F. Jadwal Pelaksanaan
    (sobat cantumkan sendiri ya)

G. Anggaran Pelaksanaan

H. Penutup
     Demikian proposal ini kami ajukan. Semoga proposal ini dapat disetujui.

                                                                                                                 Surabaya, 27 Agustus 2007  


      Agung Sasmito                                                                                                  Dewi Lestari
        Ketua Panitia                                                                                                     Sekretaris

                                                                            Mengetahui,


                                                                          Imam Prayoga
                                                        Pembina OSIS SMA Karya Bangsa

(source: bse b.indonesia x)

Hikayat (Unsur Intrinsik dan Ektrinsik Hikayat)

       Hikayat merupakan karya sastra yang berasal dari semenanjung Melayu. Bahasa dalam hikayat kadang-kadang sulit dipahami karena diceritakan dengan bahasa Melayu. Saat ini sudah banyak kata dalam hikayat yang sudah tidak digunakan dalam percakapan atau tulisan seharihari.

       Cerita hikayat dimulai dengan kata-kata sebermula, arkian, syahdan, alkisah, hatta, atau tersebutlah. Kata-kata seperti itu sudah tidak digunakan saat ini, kecuali kata tersebutlah. Cerita hikayat juga didukung unsur
intrinsik dan ekstrinsik.

1. Unsur Intrinsik
    Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Unsur intrinsik meliputi beberapa hal berikut.
a. Plot atau alur merupakan rangkaian peristiwa yang mengandung hubungan sebab akibat.
b. Tema merupakan gagasan atau ide sentral yang menjadi pangkal tolak penyusunan karangan dan sekaligus menjadi sasaran karangan tersebut.
d. Penokohan berkaitan dengan sifat-sifat tokoh yang digambarkan dalam cerita oleh pengarang.
c. Tokoh merupakan individu yang ada dalam karya sastra.
e. Amanat merupakan pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karya sastra.
f. Latar merupakan gambaran tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya sastra.
g. Sudut pandang merupakan cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah karya sastra.

2. Unsur Ekstrinsik
    Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar sastra, namun tetap memengaruhi karya sastra. Unsur ekstrinsik meliputi:
a. religi,
b. latar belakang sosial budaya pengarang,
c. latar belakang pendidikan pengarang,
d. adat istiadat, dan
e. status ekonomi.

Rabu, 11 Desember 2013

Contoh Surat Perjanjian Jual-Beli

Surat Perjanjian Jual Beli

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama    : Satriyo Wibowo
Jabatan  : Manajer penjualan UD Angkasa Raya
Alamat   : Jalan Ahmad Yani No. 67, Purwokerto

Selanjutnya disebut pihak pertama:
Nama    : Agus Fitriyo Nugroho
Jabatan  : Pemilik Kios Beras Mulia Restu
Alamat   : Jalan Jend. Sudirman No. 50, Ajibarang

Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua.
Pada hari Rabu, tanggal 29 Agustus 2007 kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian jual beli beras dengan ketentuan sebagai berikut.

Pasal Satu
Pihak pertama menyetujui untuk menyediakan serta menjual beras kepada
pihak kedua setiap bulan sesuai pesanan pihak kedua.
Pasal Dua
Pihak pertama akan mengirimkan beras kepada pihak kedua sampai di
toko pihak kedua tanpa ada biaya tambahan.
Pasal Tiga
Pihak kedua akan membayar pesanan beras kepada pihak pertama setelah
beras pesanannya sampai di toko.
Pasal Empat
Jika dalam perjanjian ini timbul suatu persoalan, persoalan itu akan
diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, bila ternyata gagal, persoalan
ini akan diselesaikan menurut hukum yang berlaku.
Pasal Lima
Surat perjanjian ini dibuat di atas kertas bermeterai Rp6.000,00 dan
ditandatangani oleh kedua belah pihak tanpa ada suatu paksaan. Surat
perjanjian ini dibuat rangkap dua dengan kekuatan hukum yang sama dan
masing-masing dipegang oleh pihak pertama dan pihak kedua.

Dibuat di : Purwokerto
Tanggal : 29 Agustus 2007

Pihak Pertama                                                                                                           Pihak Kedua


Satriyo Wibowo                                                                                                 Agus Fitriyo Nugroho
Manajer Penjualan UD Angkasa Raya                                                         Pemilik Kios Beras Mulia

(bse b.indonesia)

Unsur Intrinsik Drama

       Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra dalam kesastraan Indonesia. Unsur-unsur intrinsik drama sebagai berikut.

1. Tokoh
    Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku cerita. Tokoh dalam drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaan.
Tokoh-tokoh dalam drama dapat diklasifikasikan seperti berikut ini.
a. Berdasarkan sifatnya, tokoh diklasifikasikan sebagai berikut.
   1) Tokoh protagonis yaitu tokoh utama yang mendukung cerita.
   2) Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang cerita.
   3) Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis.
b. Berdasarkan peranannya, tokoh diklasifikasikan menjadi tiga.
   1) Tokoh sentral yaitu tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam drama. Tokoh sentral merupakan penyebab terjadinya konflik. Tokoh sentral meliputi tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
   2) Tokoh utama yaitu tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral. Dapat juga sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini adalah tokoh tritagonis.
   3) Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rangkai cerita.
Kehadiran tokoh pembantu ini menurut kebutuhan cerita saja. Tidak semua drama menampilkan kehadiran tokoh pembantu.

2. Perwatakan/Penokohan
    Perwatakan disebut juga penokohan. Perwatakan/penokohan adalah penggambaran sifat batin seseorang tokoh yang disajikan dalam cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama digambarkan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh.
Watak para tokoh digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional) sebagai berikut.
a. Keadaan Fisik
    Keadaan fisik tokoh digambarkan melalui umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, suku, bangsa, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, kurus/gemuk, atau suka senyum/cemberut.
b. Keadaan Psikis
    Keadaan psikis tokoh meliputi: watak, kegemaran, mental, standar moral, temperamen, ambisi, psikologis yang dialami, dan keadaan emosi.
c. Keadaan Sosiologis
    Keadaan sosiologis tokoh meliputi: jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dan ideologi.

3. Setting atau Latar
    Setting atau tempat kejadian cerita sering disebut juga latar cerita.
Setting meliputi tiga dimensi.
a. Setting tempat
    Setting tempat adalah tempat terjadinya cerita dalam drama. Setting tempat tidak dapat berdiri sendiri. Setting tempat berhubungan dengan setting ruang dan waktu.
b. Setting waktu
    Setting waktu adalah waktu/zaman/periode sejarah terjadinyacerita dalam drama. Setting waktu juga terjadi di waktu siang, pagi, sore, ataupun malam.
c. Setting suasana
    Setting suasana adalah suasana yang mendukung terjadinya cerita.
Setting cerita dapat didukung dengan tata suara atau tata lampu saat pementasan drama.

4. Tema
    Tema merupakan gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan sebuah drama. Tema yang biasa diangkat dalam drama meliputi masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, ketuhanan, keluarga yang retak, patriotisme, perikemanusiaan, dan renungan hidup.

5. Amanat atau Pesan Pengarang
    Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton melalui karyanya (termasuk drama). Setiap pembaca atau penonton dapat berbeda-beda dalam menafsirkan amanat drama. Amanat bersifat kias subjektif dan umum, sedangkan tema bersifat lugas, objektif, dan khusus. Amanat drama selalu berhubungan dengan tema drama.

6. Dialog (Percakapan)
    Ciri khas naskah drama berbentuk cakapan atau dialog. Dialog yang ditulis oleh pengarang naskah drama akan diucapkan di atas panggung jika dipentaskan.

Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan dialog dalam naskah drama.
a. Dialog harus mencerminkan percakapan sehari-hari, karena drama merupakan mimetik (tiruan) dari kehidupan sehari-hari.
b. Ragam bahasa dalam dialog drama menggunakan bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis.
c. Diksi (pilihan kata) yang digunakan dalam drama harus berhubungan dengan konflik dan plot.
d. Dialog dalam naskah drama juga harus bersifat estetis, artinya memiliki bahasa yang indah.
e. Dialog harus dapat mewakili tokoh yang dibawakan, baik watak secara psikologis, sosiologis, maupun fisiologis.

7. Konflik
    Konflik adalah pertentangan atau masalah dalam drama. Konflik dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dan internal.
a. Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya.
b. Konflik internal adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.